Category Archives: Lensa

Cara Memilih Lensa Tele yang Baik dan Sesuai dengan Kebutuhan

Cara Memilih Lensa Tele yang Baik dan Sesuai dengan Kebutuhan

Perlu Anda ketahui bahwa kamera memiliki banyak jenis lensa yang memiliki fungsi berbeda tergantung kebutuhan yang Anda perlukan. Salah satunya seperti lensa tele atau telephoto lens. Lensa ini digunakan untuk memotret berbagai kegiatan, seperti foto lanskap, pertandingan olahraga, foto lanskap, atau juga burung-burung liar. Namun, lensa ini juga memiliki pilihan beragam yang diproduksi oleh para produsen lensa sehingga membuat konsumen bingung memilih produk yang terbaik.

Cara Memilih Lensa Tele yang Baik dan Sesuai dengan Kebutuhan

Oleh karena itu, agar Anda tidak salah pilih, sebelum memutuskan untuk membeli lensa ini, ada baiknya Anda menyimak ulasan mengenai cara memilih lensa berikut ini:

Pilihlah lensa yang memiliki  focal length sesuai dengan kebutuhan

Di antara banyaknya produk lensa foto, lensa tele adalah lensa terbaik dalam mengambil foto dari jarak yang sangat jauh. Namun, ada pula lensa jenis ini yang memiliki focal length dan wide angle terlalu besar sehingga memungkinkan Anda menghasilkan foto yang buruk saat jarak kameranya semakin dekat dengan objek foto yang ingin Anda ambil. Untuk itu, sebelum memilih untuk membeli lensa ini, sebaiknya sesuaikan kebutuhan Anda sehingga jarak objek foto tidak menjadi penyebab jeleknya kualitas foto yang dihasilkan.

Jika Anda ingin memotret kegiatan olahraga, misalnya olahraga di dalam ruangan pilih lensa tele yang memiliki focal length 70-300 mm, karena dengan menggunakan lensa tersebut maka intensitas cahaya yang kurang karena di dalam ruangan bisa terpenuhi. Sementara untuk olahraga outdoor, Anda harus memilih lensa dengan focal length mencapai 500 mm sehingga Anda bisa mengambil foto wajah para pemain dari jarak jauh.

Sedangkan, untuk memotret burung liar, Anda bisa menggunakan lensa tele dengan focal length berkisar antara 400-800 mm. Dengan menggunakan lensa ini, akan memudahkan Anda dalam memotret burung dari jarak yang cukup jauh. Terlebih lagi ukurannya yang semakin kecil jika dipotret dari jarak jauh sehingga Anda membutuhkan super-telephoto lens dengan focal length 600-800 mm khusus untuk burung liar yang ada di pegunungan.

Lensa tele juga bisa Anda gunakan untuk mengambil gambar portrait. Gunakan lensa focal length untuk mengambil gambar portrait agar ekspresi dari objek foto menjadi semakin menonjol. Hanya saja, saat Anda mengambil gambar dengan posisi terlalu dekat, maka latar belakang objek tersebut menjadi tidak optimal saat di-blur. Untuk itu, jika Anda ingin memotret objek yang jaraknya dekat dan hasil blur-nya tetap indah, maka Anda bisa memilih lensa dengan focal length 85-200 mm

Produk dengan fitur anti-goyang lebih direkomendasikan

Jika Anda ingin memotret menggunakan lensa tele yang berukuran 70-300 mm, maka penggunaan fitur anti-goyang bisa menjadi kurang optimal. Namun, jika Anda menggunakan super-telephoto lens, fitur anti-goyang justru sangat dibutuhkan. Meski pada sebagian besar lensa tela sudah dilengkapi dengan fitur anti-goyang, bukan berarti terjadinya blur pada foto yang Anda dapat diminimalisir. Untuk itu, Anda tetap harus harus mengecek efektivitas fitur anti-goyang tersebut.

Sesuaikan ukuran dan bobotnya dengan kebutuhan Anda

Jika dibandingkan dengan lensa lain yang focal length-nya lebih kecil, lensa tele memiliki ukuran dan bobot lebih besar. Untuk itu, Anda membutuhkan tas kamera yang berukuran besar untuk menyimpan lensa yang akan Anda bawa saat bepergian. Namun, untuk Anda yang sering banyak bergerak karena harus mengambil gambar yang dinamis, tak perlu khawatir, karena ada juga lensa yang berukuran kecil dengan bobot yang ringan sehingga nyaman untuk digenggam dan tidak membuat Anda mudah lelah.

Jenis Filter Lensa yang Wajib Diketahui Fotografer

Jenis Filter Lensa yang Wajib Diketahui Fotografer

Filter lensa kamera memiliki banyak kegunaan dalam fotografi digital, dan harus menjadi bagian penting dari tas kamera fotografer mana pun. Ini dapat termasuk filter polarizing untuk mengurangi silau dan meningkatkan kejenuhan, atau filter UV/kabut sederhana untuk memberikan perlindungan ekstra untuk bagian depan lensa Anda. Hal ini bertujuan untuk membiasakan dengan opsi filter ini dan lainnya yang tidak dapat di reproduksi menggunakan teknik pengeditan digital.

 Jenis Filter Lensa yang Wajib Diketahui Fotografer

Filter yang paling umum digunakan untuk fotografi digital termasuk polarisasi (linier/melingkar), UV/kabut, kepadatan netral, kepadatan netral lulus dan pemanasan/pendinginan atau filter warna. Filter UV multicoated dapat secara dramatis mengurangi kemungkinan flare, dan menjaga filter Anda sangat bersih meminimalkan pengurangan dalam kualitas gambar (meskipun mikro abrasi yang tidak terlihat akan mempengaruhi ketajaman / kontras). Filter UV berkualitas tinggi tidak akan memperkenalkan gips warna yang terlihat. 

Untuk kamera digital, sering diperdebatkan apakah keuntungan dari filter lensa UV (perlindungan) lebih besar daripada potensi penurunan kualitas gambar. Untuk lensa SLR yang sangat mahal, perlindungan yang meningkat sering menjadi faktor penentu, karena jauh lebih mudah mengganti filter daripada mengganti atau memperbaiki lensa. Namun, untuk lensa SLR yang lebih murah atau perlindungan kamera digital ringkas jauh lebih sedikit dari satu faktor – karena itu pilihan menjadi lebih menjadi masalah preferensi pribadi. 

  • Filter polarizing linear dan sirkuler.

Filter polarisasi atau polarizer mungkin yang paling penting dari filter apa pun untuk fotografi lanskap. Mereka bekerja dengan mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan yang lolos ke sensor kamera Anda. Mirip dengan kacamata polarisasi, polarizer akan membuat langit tampak lebih biru, akan mengurangi silau dan pantulan dari air dan permukaan lainnya, dan akan mengurangi kontras antara daratan dan langit.

  • Filter density netral.

Filter neutral density (ND) secara seragam mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke sensor kamera. Ini berguna ketika waktu pencahayaan yang cukup panjang tidak dapat dicapai dalam rentang tertentu dari kemungkinan lubang pada pengaturan ISO terendah.

  • Filter neutral density (GND).

Filter ini membatasi jumlah cahaya di gambar dalam pola geometrik yang halus. Ini terkadang disebut juga filter terpisah. Adegan yang secara ideal cocok untuk filter GND adalah mereka dengan geometri pencahayaan sederhana.

  • Filter haze dan uv.

Saat ini filter UV terutama digunakan untuk melindungi elemen depan lensa kamera karena jelas dan tidak mempengaruhi gambar. Dengan kamera film, filter UV mengurangi kabut dan memperbaiki kontras dengan meminimalkan jumlah sinar ultraviolet (UV) yang mencapai film.

UV mempengaruhi eksposur kamera dengan mengurangi kontras. Untungnya, sensor kamera digital sama sekali tidak sensitif terhadap sinar UV seperti film, oleh karena itu filtrasi UV tidak lagi diperlukan. Namun, filter lensa UV memiliki potensi untuk menurunkan kualitas gambar dengan meningkatkan flare lensa, menambahkan sedikit warna atau mengurangi kontras.

 

Jenis Filter Lensa Kamera yang Wajib Diketahui Oleh Fotografer Pemula

Jenis Filter Lensa Kamera yang Wajib Diketahui Oleh Fotografer Pemula

Mendalami fotografi, Anda tidak hanya diharuskan mengetahui jenis kamera yang bagus saja. Namun Anda juga harus mengetahui perangkat penunjang lainnya, salah satunya adalah filter pada lensa kamera. Filter lensa pada sebuah kamera merupakan bagian tambahan di bagian depan lensa yang berguna untuk melindungi atau menyaring cahaya masuk untuk menghasilkan gambar fotografi. Filter tersebut terdiri dari berbagai jenis dengan kelebihan dan fungsi masing-masing. Filter ini nantinya akan memberikan efek khusus untuk menciptakan hasil foto yang lebih fantastis. Selain itu filter ini juga akan membuat gambar menjadi lebih jernih.

 Jenis Filter Lensa Kamera yang Wajib Diketahui Oleh Fotografer Pemula

Filter ada yang digunakan untuk membidik objek landscape dengan cahaya minim, ada yang digunakan untuk meningkatkan warna dan mengurangi refleksi, namun ada juga yang digunakan untuk sekedar melindungi lensa kamera. Secara luas, filter berguna untuk fotografi dan sinematografi, dan beberapa lainnya digunakan untuk keadaan tertentu saja. Tak sedikit fotografer yang mengandalkan kemampuan filter untuk kegiatan fotografi mereka. Seperti fotografer landscape yang sangat mengandalkan berbagai filter. Namun untuk fotografer portrait atau street, filter lebih jarang digunakan. 

Untuk Anda fotografer pemula, penting untuk mengetahui jenis-jenis filter lensa kamera. Adapun jenis-jenis filter tersebut, antara lain:

  • Filter Ultraviolet (UV).

Jenis filter yang satu ini berguna sebagai media penyaring sinar UV atau ultraviolet. Selain itu, secara umum filter ini juga berguna untuk melindungi lensa dari benturan.

  • Filter Circular Polarizing Filters (CPF).

Filter CPF sangat wajib dimiliki seorang fotografer. Karena fungsi filter ini untuk merefleksi pada pemukaan benda, seperti air dan kaca. Selain itu, berfungsi juga untuk meningkatkan kepekatan warna, seperti warna biru pada langit.

  • Filter Neutral Density (ND).

Filter ND juga perlu diketahui oleh para fotografer. Karena fungsi filter ini sangat berguna untuk keperluan fotografi. Filter ND berfungsi untuk menghambat cahaya yang sangat kuat. Tanpa adanya filter ini, fotografer tidak akan bisa menciptakan efek seperti kepasan untuk pemotretan pada air yang bergerak saat siang hari yang terang. Misalnya saat harus membidik objek foto sebuah air terjun atau ombak di bebatuan pantai.

  • Graduated ND Filter.

Filter yang satu ini juga termasuk dalam filter gradasi. Yang mana berfungsi untuk menyeimbangkan ekposure permukaan bumi dan langit, karena eksposure bumi terlalu gelap sedangkan langit terlihat lebih terang. Untuk penggunaannya yaitu dengan bagian gelap filter berada di posisi atas agar bisa menghambat cahaya dari bagian langit.

  • Filter Soft.

Jenis filter lensa terakhir yang perlu diketahui fotografer pemula adalah filter Soft. Filter yang satu ini sangat berguna sebagai media yang menghasilkan efek hasil foto yang lebih lembut atau soft.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Fisheye Lens dan Kegunaannya

Mengenal Lebih Dekat Tentang Fisheye Lens dan Kegunaannya

Untuk keperluan fotografi ada banyak sekali jenis lensa yang digunakan untuk memfokuskan cahaya pada objek. Beberapa diantaranya, seperti Zoom, Prime, Tele, Makro, Wide angle, Fisheye, dll. Untuk lensa fisheye tentu membuat beberapa orang bertanya-tanya dengan namanya, mengingat jika diartikan adalah “mata ikan”. Memang tidak salah jika disebut demikian, karena lensa fisheye atau fisheye lens memiliki bentuk yang cembung seperti pada mata ikan.

 Mengenal Lebih Dekat Tentang Fisheye Lens dan Kegunaannya

Lensa fisheye adalah jenis lensa ultra wide angle yang berguna untuk menghasilkan foto lebar panoramik atau hemisperik. Beberapa orang sering menyamakan antara lensa fisheye dengan wide angle karena jangkauannya yang luas dan panjang. Namun sebenarnya kedua lensa ini jelas berbeda. Karena untuk lensa fisheye yang 8mm saja memiliki jangkauan yang lebih lebar dan luas dibandingkan dengan lensa wide angle 8mm. 

Lensa fisheye memiliki bentuk yang cembung dan bisa menangkap gambar cembung dengan sudut hingga 180 derajat. Selain itu memiliki titik fokus pendek dengan depth of filed (kedalaman) yang hampir tidak terbatas. Kebanyakan lensa ini digunakan untuk menangkap objek foto, seperti objek landscape, bangunan perkotaan, di dalam ruangan, dlsb. Sebagian besar lensa fisheye masuk dalam kategori wide angle. Namun tidak semua jenis lensa wide angle merupakan fisheye lens. 

Ada dua jenis lensa fisheye, yaitu:

  • Circular fisheye (fisheye lingkaran).

Untuk lensa circular fisheye bisa menghasilkan gambar melingkar dengan sudut pandang 180 derajat untuk arah horisontal maupun vertikal.

  • Diagonal fisheye.

Untuk jenis lensa fisheye yang satu ini bisa menangkap objek foto dengan sudut pandang 180 derajat untuk arah horisontal, namun kurang dari 180 derajat untuk arah vertikal. 

Mengingat lensa fisheye memiliki sudut pengambilan objek gambar 180 derajat, sehingga lensa ini bisa digunakan untuk menghasilkan gambar panorama langit. Selain itu lensa ini sangat cocok untuk Anda yang menyukai hasil bidikan gambar dengan bentuk dan komposisi yang menarik. Karena lewat lensa fisheye, Anda akan mendapatkan gambar menarik berikut ini:

  • Hasil gambar dengan distorsi melengkung.

Lewat lensa fisheye, Anda akan mendapatkan hasil foto dengan distorsi atau penyimpangan bentuk berupa lengkungan. Sehingga hasil jepretan kamera akan terlihat objek yang tampak melengkung.

  • Hasil gambar dengan bentuk yang unik.

Dengan lensa fisheye Anda akan mendapatkan hasil jepretan yang unik dan anti mainstream berupa gambar melengkung tanpa harus mengedit lewat Photoshop. Tidak hanya itu saja, dengan lensa ini Anda juga menangkap gambar menjadi terlihat luas. Sehingga akan menjadikan objek foto yang sempit akan terlihat lebih lebar.

Fisheye lens juga sangat cocok digunakan untuk membidik momen behind the scene (BTS) dalam sebuah photo project karena kemampuannya untuk menangkap area yang luas. Sehingga semua bagian objek bidikan kamera bisa termuat.

Cara Memilih Filter Lensa Terbaik Agar Hasilkan Foto Berkualitas Tinggi

Cara Memilih Filter Lensa Terbaik Agar Hasilkan Foto Berkualitas Tinggi

Jika sekarang ini Anda sedang menggemari dunia fotografi, setidaknya Anda pasti memiliki beberapa lensa kamera. Seperti yang kita ketahui lensa kamera memiliki harga yang terbilang mahal, jadi wajar saja jika Anda ingin menjaganya agar tatap aman dari goresan ataupun benturan. Untuk menjaga agar lensa kamera bisa tetap awet, sebaiknya Anda menggunakan filter lensa.

Cara Memilih Filter Lensa Terbaik Agar Hasilkan Foto Berkualitas Tinggi

Selain melindungi lensa Anda, filter ini juga bisa memberikan efek fotografi yang cukup menarik. Untuk memilih filter tak perlu khawatir karena sudah banyak produsen ternama yang sudah memproduksi alat ini, seperti Kenko, Hoya atau Titffen. Hanya saja, agar Anda tidak salah filter lensa, ada baiknya Anda menyimak ulasan tips berikut ini.

Pilih yang Memiliki transmitansi tinggi

Langkah pertama yang harus Anda perhatikan dalam memilih filter ini adalah menyesuaikan transmitansi lensa dengan kamera Anda. Pada umumnya, filter lensa yang memiliki transmitansi tinggi cenderung di banderol dengan harga mahal. Untuk itu jika lensa kamera yang Anda gunakan tidak terlalu mahal, maka sebaiknya pilihlah fitur lensa yang bisa menunjang kulalitas foto dari lensa kamera.

Filter lensa yang transparan memang dibuat untuk melindungi lensa dari sinar UV pada matahari. Kendati demikian, filter tersebut tidak mempengaruhi efek gambar yang dihasilkan kamera Anda. Hanya saja, filter transparan ini memiliki transmitansi yang berbeda sehingga jika Anda memilih lensa yang transmitansinya buruk maka akan mempengaruhi cahaya yang masuk ke dalam lensa Anda.

Efek filter

Selain melindungi lensa kamera agar tetap aman, filter lensa juga dapat merubah white balance hasil foto Anda, khususnya pada filter yang berwarna. Pada filter ini, terdapat dua efek, yakni efek warm dan efek cool yang berfungsi untuk mengubah white balance. Hanya saja, efek ini tidak dapat terlihat jika Anda tidak menggunakan filter pada lensa kamera Anda.

Untuk lebih mendapat hasil foto yang memukau, Anda bisa memilih filter jenis lain seperti jenis polarizing. Filter jenis ini mampu menyaring cahaya yang terpolarisasi yang masuk pada lensa, mengurangi refleksi dan juga mampu meningkatkan warna dan kontras. Filter jenis polarizing umumnya digunakan untuk mengambil gambar landscape.

Fitur anti air

Saat digunakan, filter lensa menjadi bagian ujung dari kamera. Oleh karena itu, pilihlah filter yang anti-air dan tahan terhadap kotoran agar Anda bisa tetap melakukan pemotretan meski cuaca tidak mendukung, seperti hujan atau hembusan angin yang kencang bisa membawa pasar dan debu. Dengan adanya filter anti-air dan debu ini, Anda tetap bisa menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi meski cuaca tidak dapat Anda prediksi.
Selain memilih filter lensa yang anti-air dan anti debu, Anda juga harus memperhatikan filter anti-sidik jari karena saat Anda harus mengganti filter, bisa saja sidik jari Anda mengenai lensa kamera Anda. Tentu saja sidik jadi yang menempel tersebut bisa mempengaruhi hasil foto yang akan dihasilkan kamera Anda.

5 Rekomendasi Filter Lensa Kamera Terbaik

5 Rekomendasi Filter Lensa Kamera Terbaik

Jika Anda orang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia fotografi, Anda tentunya tidak asing lagi dengan kegunaan filter lensa. Sesuai namanya, alat ini melindungi bagian lensa kamera dari benda-benda asing, seperti debu, air dan lain sebagainya. Selain digunakan untuk melindungi lensa kamera, filter juga bisa membantu Anda untuk mendapatkan hasil foto yang lebih maksimal. Tentu saja jika Anda memilih dengan tepat.

5 Rekomendasi Filter Lensa Kamera Terbaik

Berikut ini beberapa rekomendasi filter lensa yang bisa Anda jadikan pilihan:

Kenko Zeta UV L41

Jika kualitas foto Anda sering terganggu karena sinar UV, filter lensa ini salah satu solusi yang bisa Anda coba. Kenko Zeta UV L41 adalah filter yang bisa menyerap sinar UV sampai 410 nm. Selain itu, filter ini juga memiliki bingkai yang sangat tipis sehingga dapat digunakan dengan lensa wide angle dan lensa telephoto. Menariknya lagi, produk ini sudah dilengkapi dengan fitur anti gores sehingga Anda tak perlu taku  filter ini tergores. Kenko Zeta UV L41 di banderol dengan harga Rp 629.000.

Hoya Filter CPL Slim PHL

Jika Anda senang memotret di luar ruangan atau di alam terbuka, Anda wajib mencoba filter CPL atau Circular Polarizer ini. Kelebihan dari filter lensa ini karena memiliki fungsi ganda, yakni pada sisi yang pertama Hoya Filter CPL Slim PHL dapat mengurangi refleksi pada air dengan mengurangi cahaya, sedangkan pada sisi lainnya, filter ini bisa menambah refleksi pada air. Anda hanya perlu membalik filter sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, kelebihan lain Hoya Filter CPL Slim PHL ini adalah harganya yang sangat ekonomis, yakni Rp 355.000.

Kenko PRO1D Protector Gloss

Anda mungkin sudah bosan dengan kamera dan aksesorisnya yang selalu identik dengan warna hitam. Jika ingin nuansa yang berbeda, Anda bisa memilih filter lensa Kenko PRO1D Protector Gloss karena menyediakan filter dengan variasi 7 warna, yakni hijau, merah, merah muda, ungu, biru, abu-abu, dan putih. Selain tampilannya yang modis, filter ini juga memiliki transmisi mencapai 99% sehingga memudahkan Anda untuk menghasilkan foto tanpa flare. Untuk harga, Kenko PRO1D Protector Gloss ini di banderol dengan harga Rp 841.000.

Marumi DHG Star Cross

Kelebihan yang menarik dari filter lensa yang satu ini adalah mampu menghasilkan foto pemandangan malam hari yang indah. Selain itu, filter ini juga memiliki bingkai filter yang dapat berputar sehingga bisa digunakan untuk perubahan arah pola secara bebas. Dengan fitur tersebut, filter ini memungkinkan Anda memperoleh gambar dengan pendaran cahaya seperti bintang pada malam hari. Selain itu, filter ini juga memiliki harga terjangkau, yakni Rp 322.000.

K&F Concept 62mm Slim Lens Filter Set

Untuk Anda yang masih tergolong pemula dalam mempelajari fotografi dan ingin lebih mendalami teknik-teknik fotografi, maka Anda bisa memilih K&F Concept 62mm Slim Lens Filter Set. Selain filter yang semuanya merupakan jenis filter slim, K&F Concept 62mm Slim Lens Filter Set juga dilengkapi dengan tas filter lensa, flower petal lens hood, tutup lensa dan lap microfiber. Dengan kelengkapan yang ditawarkan, maka tak heran jika filter set ini dihargai Rp 971.000

Cara Memilih Fisheye Lens Terbaik Untuk Kamera Anda

Cara Memilih Fisheye Lens Terbaik Untuk Kamera Anda

Bagi yang sudah lama berkecimpung di dunia fotografi, tentunya sudah tidak asing lagi dengan fisheye lens. Lensa yang satu ini berfungsi untuk mengambil gambar dengan skala yang lebih luas. Hanya saja, hasil foto yang didapat saat menggunakan fisheye lens akan terlihat berbeda karena adanya distorsi yang sangat tampak. Meski demikian, lensa ini merupakan barang wajib untuk Anda yang suka mengambil foto pemandangan, terlebih saat sedang travelling berbagai destinasi yang memiliki pemandangan yang indah.

Cara Memilih Fisheye Lens Terbaik Untuk Kamera Anda

Karena lensa ini bukanlah lensa biasa, tak heran jika masih banyak orang yang belum mengerti mengerti bagaimana cara memilih fisheye lens yang tepat. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli lensa ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Untuk itu simak ulasan lengkapnya di bawah ini:

Pilihlah berdasarkan efek yang dihasilkannya

Fisheye lens dibedakan menjadi dua tipe berdasarkan efeknya, pertama tipe diagonal fisheye dan yang kedua adalah tipe circular fisheye. Yang umumnya Anda temui di dunia fotografi adalah tipe diagonal fisheye, yang di mana distorsi foto akan semakin meningkat dan terlihat seperti semakin cembung jika titik pusat foto posisinya lebih jauh.

Sedangkan untuk tipe circular fisheye akan menampilkan hasil foto yang di mana seluruh objek foto tampak seperti lingkaran dengan kesempatan sudut foto berubah menjadi hitam. Jika melihat hasil foto tipe circular fisheye, Anda akan merasa seolah-olah dipadatkan ke titik tengah foto dan tampak seperti planet kecil. Tak heran jika ada yang menyebut hasil foto lensa tipe ini sebagai little planet.

Pilihlah berdasarkan cara pemasangannya

Jangan salah, fisheye lens ini bukan hanya bisa dipasangkan ke kamera saja. Nyatanya kini, sudah banyak beredar aksesoris smartphone yang fungsinya sama dengan lensa fisheye ini, sama-sama menghasilkankan foto yang berdistorsi. Aksesoris lensa fisheye ini hanya tinggal ditempelkan saja ke kamera smartphone kesayangan Anda.

Namun, jika Anda lebih mengendepankan kualitas gambar yang beresolusi tinggi, maka Anda harus menggunakan fisheye lens yang memang diperuntukkan untuk kamera. Meski harganya mahal, namun hasilnya sebanding karena Anda akan mendapatkan hasil foto yang sangat tajam.

Pilih lensa yang terang untuk mengambil foto langit berbintang

Fisheye lens juga bisa digunakan untuk mengambil gambar langit berbintang. Kebanyakan para fotografer menggunakan tripod, ISO speed rendah serta long exposure. Hal ini dilakukan agar mereka mudah mengambil gambar di malam hari. Hanya saja, cara tersebut dianggap kurang optimal bila Anda ingin mengambil foto bintang di langit dengan hasil yang maksimal. Untuk itu jika Anda ingin mendapat foto bintang yang berkualitas tinggi tekanlah tombol shutter secara konstan dan kurangi ISO-nya secara sedikit demi sedikit agar noise bisa berkurang. Jika Anda masih menginginkan hasil yang lebih maksimal, sebaiknya gunakan lensa yang terang dengan ukuran aperture kurang dari f/2.8.

 

Mengulas Berbagai Pilihan Bentuk Pada Filter Lensa Kamera

Mengulas Berbagai Pilihan Bentuk Pada Filter Lensa Kamera

Lensa kamera merupakan bagian yang penting pada kamera. Karena lensa tersebut akan menentukan hasil yang akan didapatkan. Oleh karena itulah ketika akan memilih kamera juga bisa untuk memilih lensa dari filter yang ada pada lensanya. Ketika memilih lensa tersebut juga bisa untuk memperhatikan bentuk filter lensanya. Hal tersebut akan mempengaruhi ukuran, desain, dan juga hasil akhir dari gambar yang akan dipilih. Misalnya saja pilihan bentuk pada filter lensa yang adalah sebagai berikut ini:

Mengulas Berbagai Pilihan Bentuk Pada Filter Lensa Kamera 

  • Circular screw on

Bentuk pertama dari filter lensa yang dapat dipilih adalah lensa yang melingkar atau circular screw on. Jenis ini merupakan filter yang paling umum digunakan dan ada langsung pada bagian ulir filter lensa. Untuk filter yang diberikan pada bentuk lensa ini adalah filter UV, clear, circular polarizer, ND, dan juga haze. Selain itu juga bisa untuk memberikan hasil foto dengan filter warna untuk mendapatkan hasil yang lebih menarik. Pada umumnya jenis ini akan tersedia dalam ketebalan yang berbeda. Dimana ketika memilih bentuk yang tebal akan dapat untuk menambah vignetting sedangkan ketika memilih bentuk yang tipis akan mengurangi vignetting. 

  • Square

Bentuk filter lensa kamera selanjutnya yang dapat dipilih adalah yang mempunyai bentuk persegi atau square. Bentuk ini mempunyai filter yang populer untuk landscape dan juga jenis fotografi lainnya. Ketika menginginkan filter ini harus menggunakan bantuan dengan holder yang harus dipasangkan pada elemen lensa yang ada di depan. Sehingga setelah lensa melekat dapat untuk memilih filter yang digunakan untuk membuat gambar lebih menarik. Akan tetapi untuk bentuk lensa yang satu ini juga mempunyai kekurangan yang akan didapatkan yaitu menghasilkan kualitas gambar yang menambah refleksi.

  • Rectangular

Bentuk lensa selanjutnya yang bisa dipilih adalah bentuk rectangular atau persegi panjang. Bentuk ini merupakan filter yang juga sering digunakan dan populer terutama untuk para pecinta photography landscape. Untuk jenis filter ini mempunyai mount seperti filter square yang ada di bagian atas dan menggunakan sistem penahan filter. Akan tetapi untuk jenis ini mempunyai keunggulan dengan banyaknya ruang yang ada sehingga bisa untuk lebih mudah bergerak baik ke atas ataupun ke bawah.

  • Drop in

Dan bentuk dari filter lensa kamera terakhir yang dapat dipilih adalah drop in. Bentuk ini pada umumnya sering digunakan untuk lensa zoom tele yang mempunyai bentuk besar dan ukuran yang panjang. Dan jenis ini mempunyai filter clear dan juga polarizing yang akan membuat gambar terlihat lebih menarik. Oleh karena itulah bagi yang ingin memilih filter yang membuat gambar lebih menarik dan tampil berbeda bisa untuk memilih lensa dan bentuk drop in ini.

Tips Mudah Merawat Lensa Kamera Agar Terhindar dari Jamur

Tips Mudah Merawat Lensa Kamera Agar Terhindar dari Jamur

Untuk sebuah kamera, lensa merupakan salah satu bagian penting yang harus dilindungi. Untuk itu perawatan yang tepat harus dilakukan agar lensa kamera terhindar dari terkena jamur. Lensa yang berjamur tentu saja akan mengganggu kinerjanya disamping juga menjadi tidak awet. Lensa yang berjamur bisa terlihat dari lensa yang memiliki noda berupa bercak atau kotoran menyerupai jamur. Noda atau bercak ini jika dibiarkan berlama-lama akan menyebabkan noda jamur semakin membesar dan mengurangi kinerja lensa.

Tips Mudah Merawat Lensa Kamera Agar Terhindar dari Jamur 

Lensa yang berjamur memang tidak akan terlihat mengganggu kinerja kamera jika hanya digunakan untuk mengambil gambar yang banyak objek atau dengan bukaan diafragma besar/1,8. Namun jika Anda mencoba menggunakan kamera untuk membidik gambar pemandangan atau langit sore, maka akan terlihat noda hitam pada hasil tangkapan kamera. Jika digunakan untuk Anda yang menekuni wedding photography, maka saat memotret pengantin yang mengenakan gaun putih akan terlihat semacam flare atau cahaya yang memantul dari gaun yang dikenakan. Melihat efek buruk jamur pada lensa akan sangat mempengaruhi hasil bidikan kamera, maka Anda harus pandai-pandai dalam merawat bagian kamera yang satu ini. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk perawatannya:

  • Hindari kontak langsung.

Perawatan pertama pada lensa kamera yang bisa Anda lakukan adalah dengan menghindari kontak langsung atau menyentuh bagian optik lensa dengan jari. Bagian tubuh yang cenderung basah atau lembab, seperti tangan jika menyentuh bagian optik akan meninggalkan noda. Noda ini jika dibiarkan tanpa dibersihkan dari lensa akan menjadi pemicu tumbuhnya jamur. Untuk menghindarinya, usahakan lens hood selalu terpasang. Lens hood ini nantinya juga akan sangat berguna untuk melindungi bagian depan lensa dari benturan sekaligus mencegah dari munculnya flare pada cahaya frontal menuju lensa.

  • Menggunakan penutup lensa.

Ketika lensa sedang tidak dipergunakan, sebaiknya pasang lens cap untuk perlindungan. Lens cap akan mengurangi kemungkinan lensa terpapar maupun terkena debu.

  • Menghindari pergantian suhu yang ekstrem.

Perpindahan tempat dengan suhu yang ekstrem akan rentan menimbulkan jamur pada lensa. Misalnya saat lensa dibawa dari tempat yang bersuhu panas ke daerah yang bersuhu dingin atau lembab. untuk mengantisipasinya pergunakan tas khusus dan sarung tas anti hujan (cover bag) untuk menjaga lensa pada kamera.

  • Membersihkan dengan alat yang baik.

Jika Anda perlu membersihkan lensa, maka pergunakan peralatan pembersih yang baik, seperti lens brush, lens blower, lens paper, dan lens cloth yang baik.

  • Mematikan tombol Af.

Jika tidak sedang digunakan, sebaiknya ubah pengaturan lensa dari autofocus (Af) ke mode manual (M) termasuk mode VR (Vibration Reduction).

  • Menyimpan di dalam dry box.

Pergunakan dry box untuk menyimpan lensa kamera dan perangkat kamera lainnya untuk menjaga suhu tidak lembab.

Tips Merawat Lensa Kamera

Tips Merawat Lensa Kamera

Tak dapat dipungkiri bahwa Lensa Kamera menjadi barang penting bagi fotografer profesional. Tak hanya karena mahal harganya, tiap lensa memiliki kemampuan spesifik untuk kebutuhan pemotretan tertentu. Karena komponen ini sangat rentan oleh bermacam ancaman seperti debu, jamur, debu, tergores atau terkena benturan, tak heran jika banyak orang memberikan perhatian khusus terhadap alat ini. Inilah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dalam merawat lensa agar tetap menghasilkan kemampuan optimal kapanpun Anda membutuhkannya;

Tips Merawat Lensa Kamera

Bersihkan lensa dengan hanya menggunakan tisu dan kain khusus

Produk tisu maupun kain pembersih Lensa Kamera sangat mudah didapatkan. Tisu sekali pakai lebih dianjurkan guna membersihkan lensa dari debu sebab dapat mencegah perpindahan debu maupun partikel lain ke lensa lain. Cara untuk membersihkannya pun tidak boleh asal, usap lensa secara melingkar dari tengah ke arah luar. Hindari mengelap lensa dengan menggunakan kain lap kaca mata sebab kain jenis ini pada umumnya memiliki kandungan bahan kimia khusus.

Hindari perubahan suhu udara

Embun juga menjadi masalah utama pada lensa. Hal ini disebabkan oleh adanya perpindahan tempat dari lingkungan dingin ke hangat/panas secara cepat. Udara hangat memiliki kandungan air lebih tinggi ketimbang  udara dingin. Sehingga saat terjadi kontak udara hangat terhadap permukaan lensa yang dingin menyebabkan pengembunan. Anda bisa saja mengusap lensa dengan kain lembut, namun sebaiknya biarkan embun menguap alami.

Hindari kontak langsung dengan permukaan kulit

Selalu usahakan agar permukaan lensa selalu terhindar dari kulit jari maupun bagian tubuh lain. Hal ini karena keringat yang memiliki kandungan minyak serta asam yang akan tertinggal ke lensa. Dalam kasusu yang parah, kadang kontak tersebut dapat meninggalkan bekas yang sangat sulit untuk dibersihkan sehingga mengurangi performa Lensa Kamera Anda.

Baca Juga : PERHATIKAN 4 KIAT INI UNTUK MEMILIH LENSA CAMERA DENGAN TEPAT

Pakailah aksesori lensa

Aksesori lensa antara lain filter, seperti UV, Polarized/CPL, ND dan lain sebagainya yang memiliki fitur tertentu. Aksesori ini juga lebih melindungi lensa dari kemungkinan goresan atau benturan. Ada pula lens hood yang berfungsi mengurangi lens flare/kilauan sekaligus dapat melindungi permukaan lensa sebab memiliki bentuk menyerupai tempurung.

Gunakan lens pen

Membersihkan debu hingga partikel kecil, Anda bisa juga memakai Lens pen sebab Anda tidak boleh menyentuh permukaan lensa. Namun sebelum mengaplikasikan alat ini, debu maupun partikel yang lebih kasar sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu menggunakan blower supaya lensa tidak tergores.

Selalu kenakan penutup (lens cap)

Secara bawaan, tiap lensa yang Anda beli memiliki 2 keping lens cap. Lens cap depan akan selalu terpasang di lensa dan hanya dilepas saat akan dipakai. Sementara lens cap belakang hanya dibawa jika ada kemungkinan akan berganti lensa. Jaga elemen belakang (warna keemasan) agar senantiasa bersih sebab bagian ini mengalami kontak langsung ke dalaman kamera.

Gunakan tas kamera

Tas kamera memiliki desain khusus untuk menjaga lensa beserta kamera tetap aman selama perjalanan. Jika Anda berencana meletakkan kamera dalam tas dalam angka waktu yang cukup lama, maka letakkan silica gel untuk menyerap kelembaban.

Selain itu selalu jauhkan lensa dari paparan sinar matahari langsung, gunakan pula dry box, dan selalu mematikan kamera sebelum berganti lensa.